Saat ini ada banyak model investasi digital yang bisa dipilih. Pada umumnya investasi digital ini bisa dimulai dengan nominal rendah, menggunakan aplikasi dan verifikasi yang mudah. Berbagai investasi yang dapat dipilih diantaranya, deposito,reksadana, trading ( saham, mata uang, kripto) dan peer to peer (P2P) lending.

P2P lending adalah model investasi menggunakan aplikasi untuk proses meminjam dan memberi pinjaman. Platform P2P Lending yang penggunanya cukup banyak yaitu Koinworks, Amartha dan Investree.

Alasan P2P lending masih merupakan investasi yang menguntungkan jika dibandingkan dengan investasi lainnya adalah :

  1. Keuntungan lebih besar dari reksadana
  2. Berbeda dengan dengan trading seperti saham maupun mata uang, p2p lending menjanjikan keuntungan yang lebih pasti dengan bunga yang sudah disepakati.
  3. resiko gagal bayar yang relatif kecil

Pertama kali mencoba investasi dengan menjadi pendana pada platform fintech P2P Lending adalah ingin mengetahui bagaimana cara kerja sistem ini. Memang jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti reksadana atau deposito, P2P Lending menawarkan bunga yang lebih tinggi. Pendapatan yang yang lebih tinggi juga dibarengi dengan resiko yang lebih besar. Ketakutan terbesar dari model investasi ini adalah adanya gagal bayar dari peminjam.

Selama setahun menjadi pendana pada platform P2P Lending ternyata hasilnya cukup lumayan dan belum ada yang gagal bayar. Platform yang saya gunakan Koinworks alasannya adalah karena sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jenis pinjaman yang saya danai adalah Grade C dan Grade B dengan jangka waktu pinjaman 3 bulan dan satu tahun.