Akses point WiFi pada umumnya menggunakan antena omni direksional. Sinyal dipancarkan ke semua arah agar semua perangkat dapt terkoneksi. Omni direksional sangat bagus digunakan untuk jaringan wireless jarak dekat.

Perangkat untuk Point to Point (PtP) atau Point to Multi Point (PtMP) di desain untuk komunikasi data jarak jauh fokus ke satu atau beberapa titik. Berbeda dengan akses poin di ruangan atau WiFi hotspot yang menyebar ke segala arah. PtP digunakan untuk menghubungkan 2 titik jaringan. Satu sebagai Akses Point (AP) dan lagi satu sebagai Station. PtMP digunakan untuk menghubungkan satu titik ke beberapa titik.

Dari segi penyedia, perangkat yang umum digunakan adalah Ubiquiti (UBNT), Mikrotik dan Ruijie Wireless. Jaringan wireless menggunakan radio yang bekerja pada frekuensi tertentu.

Berikut adalah contoh perangkat jaringan dari Ubiquiti yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tentu saja anggaran :

  1. Airmax AC
  2. NanStation
  3. LiteBeam
  4. NanoBeam
  5. PowerBeam
  6. AirFiber. Bandwidth besar PtP.
  7. LTU
  8. Rocket
  9. GigaBeam

Pemilihan perangkat jaringan tergantung pada jarak coverage perangkat. Pengukuran jarak udara dapat menggunakan aplikasi Airlink dari Ubiquiti

Link PtP dengan jarak kurang dari 5 Kilometer, perangkat yang bisa digunakan :

  • NanoStation 5AC Loco
  • NanoStation 5AC
  • NanoBeam 5AC Gen 2
  • AirFiber 5XHD, 24, or 24HD

Link PtP dengan jarak antara 5 sampai dengan 15 Kilometer, perangkat yang bisa digunakan :

  • LiteBeam 5AC
  • PowerBeam 5AC
  • PowerBeam ISO
  • IsoStation AC
  • AirFiber 5, 5XHD

PtP dengan jarak di atas 15 Kilometer, maka perangkat yang digunakan :

  • Rocket 5AC + Antenna
  • AirFiber 5XHD + Antenna
  • AirFiber 11FX + Antenna

Perangkat PtMP untuk Base Station :

  • Rocket5AC Lite
  • Rocket5AC Prism
  • LiteAP AC
  • IsoStation 5AC
  • PrismStation 5AC
  • LTU Rocket

Perangkat PtMP untuk Station :

  • NanoBeam 5AC Gen 2
  • LiteBeam 5AC
  • PowerBeam 5AC
  • Rocket 5AC Lite + Antenna (for long distance)
  • LTU Lite, LTU LR, or LTU Pro

Teknologi jaringan wireless sudah berkembang sangat cepat. Terakhir WiFi 6 sudah mengukung kecepatan diatas 1Gigabits. Lalu mengapa untuk akses internet masih menggunakan kabel?

Kabel ethernet atau biasa disebut dengan kabel ( LocalArea Network) LAN atau kabel UTP adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti PC, Laptop, Smart TV atau Playstation ke router atau switch untuk mendapat koneksi internet. WiFi bekerja menyebarkan koneksi melalui perangkat radio frekuensi di udara dari router ke perangkat penerima dimana dalam perjalanannya kemungkinan ada gangguan.

Kabel LAN dapat menyalurkan bandwidth sampai 1 Gigabits jika perangkat Router atau Switch dan LAN card yang digunakan mendukung Gigabits. Sementara kecepatan internet yang didapat ditentukan oleh kecepatan langganan internet dari ISP anda. Jika anda berlangganan internet lebih dari 100 Mbps

Menggunakan koneksi internet menggunakan kabel akan lebih stabil karena tidak ada interferensi dan penghalang dalam komunikasi datanya.

Kabel UTP yang biasa digunakan dalam LAN menggunakan konektor RJ 45. Anda bisa membeli kabel LAN yang sudah dilengkapi konektor RJ 45 dengan panjang beberapa meter. Atau menyambung sendiri konektor RJ 45 menggunakan tang crimping.

Cara menggunakan kabel LAN untuk akses internet :

  • Sambungkan ujung konektor RJ 45 ke port LAN pada PC atau Laptop dan satu ujungnya ke Router.
  • Jika port di Router sudah di set sebagai DHCP server maka anda tidak perlu memasukkan alamat IP di PC atau laptop.

Kebutuhan akan koneksi internet yang stabil dan tanpa kuota di rumah – rumah semakin meningkat di masa pandemi. Penyedia jasa internet atau ISP besar yang ada di Indonesia seperti Telkom, Biznet, Indosat, Xl Home, CBN belum bisa menjangkau kebutuhan internet sampai ke pedesaan terkendala infrastruktur jaringan.

Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha penyediaan koneksi internet yang terjangkau bagi masyarakat. Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membuka usah internet ini? Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat usaha penyediaan jaringan internet selain modal dan kemampuan teknis :

  1. Legalitas

Penyediaan akses internet atau telekomunikasi diatur oleh beberapa regulasi. Izin untuk penyediaan jasa telekomunikasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat bukan oleh pemerintah daerah. Namun jika anda ingin menjual kembali koneksi internet, sebaiknya bergabung dan menjadi reseller dari ISP yang memiliki ijin dan tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

2. Perangkat Jaringan

Secara umum ada dua metode akses internet yang bisa digunakan, yaitu dengan kabel dan tanpa kabel (Wireless). Untuk jarak dekat atau perumahan bisa menggunakan kabel UTP atau Fiber Optik. Untuk jarak jauh bisa menggunakan radio wireless dengan frekuensi yang bebas digunakan yaitu 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Perlu diperhatikan jika menggunakan frekuensi 5,8 GHz untuk memperhatikan batas frekuensi yang boleh digunakan sesuai dengan Permen Kominfo No 1 2019.

Kebutuhan akan koneksi internet yang stabil (broadband) sampai ke rumah – rumah penduduk semakin meningkat. Tapi disisi lain penyedia jasa layanan internet (ISP) belum bisa menjangkau rumah penduduk terutama yang jauh dari kota. Koneksi internet broadband membutuhkan infrastruktur berupa kabel atau wireless sampai ke rumah – rumah.

RT RW Net awalnya adalah upaya swadaya masyarakat untuk mendapatkan koneksi internet yang cepat dan murah di rumah masing – masing. Sekelompok masyarakat dalam satu RT/RW atau komplek perumahan membuat jaringan Local Area Network (LAN) dan berlangganan satu koneksi internet untuk dibagi bersama – sama.

Sebenarnya tidak ada masalah jika masyarakat membuat jaringan dan berbagi koneksi internet dalam satu area, asalkan perangkat yang digunakan tidak mengganggu. Misalnya, menggunakan frekuensi yang legal untuk jaringan wireless atau jika menggunakan kabel fiber optik tidak mengganggu fasilitas umum.

Namun karena adanya celah bisnis dalam penyediaan layanan internet ini, banyak orang memulai usaha jasa penyediaan internet dalam skala kecil. Pelaku usaha ini ingin usahanya memiliki ijin sebagai aspek legalitas.

Berikut adalah beberapa regulasi bekaitan dengan penyediaan jasa telekomunikasi :

1. Undang Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
2. Peraturan Pemerintah No 52 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
3. Keputusan Mentri Perhubungan No 21 tahun 2001 dan perubahannya.

Berdasarkan peraturan di atas maka intinya penyediaan jasa internet bisa dilakukan oleh badan usaha tetapi ijin dan persyaratannya ditentukan oleh pemerintah pusat atau Kementrian. Sehingga pemerintah Kabupaten / Kota tidak bisa mengeluarkan ijin atau memberikan rekomendasi terkait penyediaan akses internet.

Baca juga :

  1. Cara Mengukur Koneksi Jaringan Wireless Menggunakan Airlink UBNT
  2. Memilih Koneksi Internet Via Satelit
  3. Pilihan akses internet di desa.
  4. Langkah – Langkah Mengakses Internet Wireless
  5. Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Usaha Penyedia Jaringan Internet

Solusi untuk akses internet untuk rumah yang ada di luar kota adalah dengan radio wireless. Wifi kencang di rumah semakin penting di era pandemi. Internet menggunakan paket data dari jaringan selular sangat boros kuota apalagi jika dalam satu rumah ada banyak perangkat yang mengakses internet. Ada beberapa ISP yang menyediakan jaringan internet tanpa kabel untuk menjangkau rumah atau vila yang berjarak puluhan kilo meter. Ada juga yang berbagi koneksi internet antara satu tempat lain yang dikenal dengan istilah ” menembak wifi”.

Internet Wireless

Berikut adalah langkah langkah agar bisa mengakses internet secara wireless:

  1. Survey lokasi

Sebelum memasang perangkat penerima sinyal internet secara wireless, harus dipastikan kedua tempat tidak ada penghalang, baik itu bukit, pohon atau bangunan. Selain melihat langsung dari lokasi, bisa juga menggunakan aplikasi UBNT Airlink. Dengan aplikasi ini maka dapat ditentukan ketinggian antena yang akan dipasang.

2. Tentukan Perangkat yang digunakan

Secara umum perangkat yang tersedia di pasaran ada dua yaitu yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Perangkat 5,8 GHz bekerja lebih baik untuk jarak karena interferensi lebih minim.Perlu diketahui bahwa frekuensi 2,4 Ghz sudah banyak penggunanya sehingga kita harus menyesuaikan channel yang digunakan. Merek yang umum dipakai adalah UBNT, Mikrotik, TP Link dan Tenda.

3. Pemasangan Perangkat Antena

Jika menggunakan tiang monopole atau pipa maka pastikan tiang tidak bisa berputar karena akan mempengaruhi kualitas sinyal yang diterima. Setelah terpasang perlu dilakukan pointing atau mengarahkan antena untuk mendapat sinyal terbaik.

Ada kalanya koneksi tiba – tiba putus lalu tersambung kembali. Wifi yang ada dipasaran bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz atau 5,8 Ghz. Pada frekuensi tersebut masing – masing perangkat akses point masih bisa ditentukan channel yang kita gunakan. Untuk frekuensi 2,4Ghz ada 14 channel yang dapat dipilih namun di beberapa region hanya 11 channel yang boleh digunakan. Jika ada banyak akses poin berdekatan dalam satu area dan menggunakan channel yang sama maka akan terjadi interferensi yang mengakibatkan koneksi perangkat ke akses poin terputus.

Secara default akses poin indihome misalnya yang menjadi satu dengan ONT disetting channelnya auto. Jika dalam satu area tidak ada akses poin lain tentu ini tidak menjadi masalah.

Untuk mengetahui Wifi yang ada beserta channel yang digunakan bisa menggunakan aplikasi Wifi Analizer. Dengan aplikasi ini akan terlihat wifi akses poin yang tersedia beserta dengan frekuensi yang digunakan, channel yang dipakai, kekuatan sinyal dan detail akses poin yang digunakan.

Baca juga :

Mayoritas masyarakat masih mengakses internet menggunakan paket data melalui jaringan seluler. Sinyal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan internet yang kita gunakan. Saat ini kualitas jaringan terbaik yang bisa kita dapatkan adalah 4G. Dengan jaringan 4G kecepatan rata – rata internet yang dapat dinikmati adalah sekitar 5 – 10 Mbps tergantung dari operator dan paket yang kita gunakan.

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui berapa kecepatan internet melalui jaringan selular ini adalah Opensignal. Selain untuk mengetahui kecepatan akses dari masing masing operator seluler yang ada, kita juga bisa melihat cakupan area sinyal dan lokasi menara BTS.

Sebagai contoh untuk area Singaraja – Bali, kecepatan internet dari operator seluler yang ada adalah :

  1. Three Unduh : Download 10 Mbps dan Upload 4,5 Mbps
  2. Indosat : Download 6,7 Mbps dan Upload 2,8 Mbps
  3. Smartfren :Download 3,7 Mbps dan Upload 0,7 Mbps
  4. Telkomsel :Download 11,3 Mbps dan Upload 4,6 Mbps
  5. Xl :Download 7,3 Mbps dan Upload 3,6 Mbps

Meningkatnya kebutuhan koneksi internet dan banyaknya aplikasi yang digunakan oleh instansi perangkat daerah di pemerintah daerah sehingga membutuhkan infrastruktur jaringan intranet yang menghubungkan antar SKPD.

Manfaat jaringan intranet antar SKPD terutama jaringan pita lebar menggunakan media fiber optik atau wireless antara lain :

  1. Akses aplikasi pada server lokal tanpa bandwidth internet. Aplikasi yang ada pada pusat data pemerintah daerah dapat diakses melalui jaringan intranet dengan lebih aman karena ada pada jaringan tertutup.
  2. Langganan bandwidth internet terpusat. Dengan adanya jaringan intranet antar SKPD ini maka pengadaan bandwidth internet dapat dipusatkan di satu tempat sehingga lebih murah. Internet yang terpusat ini juga lebih mudah diatur kecepatannya tergantung penggunaan pada masing – masing instansi menggunakan bandwidth management.
  3. Integrasi semua aplikasi dan layanan publik pada dalam satu jaringan sehingga bisa langsung di hubungkan dengan command center Pemerintah Daerah.

Cara pengadaan jaringan intranet ada beberapa macam :

  1. Membangun sendiri jaringan intranet mulai dari perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan. Jika menggunakan jaringan fiber optik maka harus dipikirkan topologi jaringan yang digunakan, perangkat yang dibutuhkan dan penempatan tiang atau ditanam di jalan raya.
  2. Sewa Layanan Jaringan Metro dari penyedia jasa. Dengan cara ini Pemerintah daerah tinggal menyewa jaringan termasuk perangkat yang digunakan. Namun

Agar pemerintahan berbasis elekronik dapat terintegrasi dengan baik, dibutuhkan juga infrastruktur SPBE yang handal dan terintegrasi. Infrastruktur SPBE meliputi :

  1. Jaringan komunikasi intra pemerintah terpusat
  2. Pusat data (data center) terpusat
  3. Koneksi internet terpusat dan perangkat pendukung lainnya.

Jaringan intra pemerintah bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi dan topologi daerah. Ada beberapa pilihan dalam mengembangkan jaringan intra pemerintah, misalnya sewa jaringan atau membangun sendiri. Sistem sewa biasanya menggunakan jaringan metro atau VPN IP.

Membangun sendiri intra pemerintah terutama yang menggunakan media fiber oftik memiliki beberapa kelebihan yaitu :

  • Mendapat kecepatan jaringan yang lebih tinggi, dimana dengan kecepatan yang lebih cepat ini jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses seluruh aplikasi yang ada, menyebarkan koneksi internet, integrasi dengan perangkat IP Cam maupun IoT lainnya.
  • Keleluasaan pengelolaan jaringan seperti manajemen bandwidth maupun manajemen user
  • Kemanan informasi dalam jaringan

Infrastruktur SPBE yang terpusat dapat menghemat anggaran teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintah daerah.

Survey Jaringan Wireless dengan AirLink

Cara untuk mendapat koneksi internet untuk daerah yang jauh dari perkotaan atau belum ada koneksi fiber oftik adalah menggunakan koneksi wireless. Agar kita dapat terhubung, maka antara perangkat pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) harus tanpa ada halangan. Baik itu bangunan, bukit atau pepohonan. Agar anda tidak rugi memasang perangkat maka sebaiknya dilakukan survey untuk mengetahui kedua titik tersebut dapat terhubung.

Kita bisa menggunakan aplikasi Google Earth untuk membuat simulasi jarak dan ketinggian antara satu tempat ke tempat lain. Namun kita harus install aplikasinya terlebih dahulu untuk bisa menggunakan aplikasi Google Earth dan penggunaan relatif agak rumit.

Jika ingin aplikasi yang lebih mudah digunakan, anda bisa menggunakan aplikasi berbasis web yaitu UBNT Airlink. Aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk menentukan apakah satu titik ke titik lainya tidak ada halangan atau line of sight.

Selain untuk membuat link point to point (PtP) bisa juga untuk poin to multipoint (PtMP). Cara menggunakan aplikasi UBNT Airlink ini sangat mudah yaitu :

  1. Akses https://link.ui.com/ melalui browser.
  2. Daftar atau login agar dapat menyimpan hasil pengukuran.
  3. Jika ingin membuat link antar dua perangkat pilih “Add new PtP Link” sedangkan jika ingin membuat link satu perangkat ke banyak perangkat maka pilih “Add new PtMP”.
  4. Sesuaikan titik koordinat yang akan dihubungkan.
  5. Tentukan perangkat jaringan yang digunakan dan tingginya.
  6. Jika garis berwarna hijau maka kedua titik tersebut tidak terhalang.

Pengalaman menggunakan aplikasi ini sebelum memasang perangkat untuk akses internet wireless sangat efektif. Walaupun pada saat pengukuran menggunakan perangkat UBNT namun di lapangan bisa menggunakan perangkat lain seperti Mikrotik atau Tenda.

Berikut link-nya : https://link.ui.com/

Baca Juga :

  1. Pilih Perangkat Jaringan Wireless PtP Dan PtMP
  2. Hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka usaha jasa internet.
  3. Langganan Internet via satelit Starlink di Indonesia