Solusi untuk akses internet untuk rumah yang ada di luar kota adalah dengan radio wireless. Wifi kencang di rumah semakin penting di era pandemi. Internet menggunakan paket data dari jaringan selular sangat boros kuota apalagi jika dalam satu rumah ada banyak perangkat yang mengakses internet. Ada beberapa ISP yang menyediakan jaringan internet tanpa kabel untuk menjangkau rumah atau vila yang berjarak puluhan kilo meter. Ada juga yang berbagi koneksi internet antara satu tempat lain yang dikenal dengan istilah ” menembak wifi”.

Internet Wireless

Berikut adalah langkah langkah agar bisa mengakses internet secara wireless:

  1. Survey lokasi

Sebelum memasang perangkat penerima sinyal internet secara wireless, harus dipastikan kedua tempat tidak ada penghalang, baik itu bukit, pohon atau bangunan. Selain melihat langsung dari lokasi, bisa juga menggunakan aplikasi UBNT Airlink. Dengan aplikasi ini maka dapat ditentukan ketinggian antena yang akan dipasang.

2. Tentukan Perangkat yang digunakan

Secara umum perangkat yang tersedia di pasaran ada dua yaitu yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz. Perangkat 5,8 GHz bekerja lebih baik untuk jarak karena interferensi lebih minim.Perlu diketahui bahwa frekuensi 2,4 Ghz sudah banyak penggunanya sehingga kita harus menyesuaikan channel yang digunakan. Merek yang umum dipakai adalah UBNT, Mikrotik, TP Link dan Tenda.

3. Pemasangan Perangkat Antena

Jika menggunakan tiang monopole atau pipa maka pastikan tiang tidak bisa berputar karena akan mempengaruhi kualitas sinyal yang diterima. Setelah terpasang perlu dilakukan pointing atau mengarahkan antena untuk mendapat sinyal terbaik.

Ada kalanya koneksi tiba – tiba putus lalu tersambung kembali. Wifi yang ada dipasaran bekerja pada frekuensi 2,4 Ghz atau 5,8 Ghz. Pada frekuensi tersebut masing – masing perangkat akses point masih bisa ditentukan channel yang kita gunakan. Untuk frekuensi 2,4Ghz ada 14 channel yang dapat dipilih namun di beberapa region hanya 11 channel yang boleh digunakan. Jika ada banyak akses poin berdekatan dalam satu area dan menggunakan channel yang sama maka akan terjadi interferensi yang mengakibatkan koneksi perangkat ke akses poin terputus.

Secara default akses poin indihome misalnya yang menjadi satu dengan ONT disetting channelnya auto. Jika dalam satu area tidak ada akses poin lain tentu ini tidak menjadi masalah.

Untuk mengetahui Wifi yang ada beserta channel yang digunakan bisa menggunakan aplikasi Wifi Analizer. Dengan aplikasi ini akan terlihat wifi akses poin yang tersedia beserta dengan frekuensi yang digunakan, channel yang dipakai, kekuatan sinyal dan detail akses poin yang digunakan.

Mayoritas masyarakat masih mengakses internet menggunakan paket data melalui jaringan seluler. Sinyal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan internet yang kita gunakan. Saat ini kualitas jaringan terbaik yang bisa kita dapatkan adalah 4G. Dengan jaringan 4G kecepatan rata – rata internet yang dapat dinikmati adalah sekitar 5 – 10 Mbps tergantung dari operator dan paket yang kita gunakan.

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui berapa kecepatan internet melalui jaringan selular ini adalah Opensignal. Selain untuk mengetahui kecepatan akses dari masing masing operator seluler yang ada, kita juga bisa melihat cakupan area sinyal dan lokasi menara BTS.

Sebagai contoh untuk area Singaraja – Bali, kecepatan internet dari operator seluler yang ada adalah :

  1. Three Unduh : Download 10 Mbps dan Upload 4,5 Mbps
  2. Indosat : Download 6,7 Mbps dan Upload 2,8 Mbps
  3. Smartfren :Download 3,7 Mbps dan Upload 0,7 Mbps
  4. Telkomsel :Download 11,3 Mbps dan Upload 4,6 Mbps
  5. Xl :Download 7,3 Mbps dan Upload 3,6 Mbps

Meningkatnya kebutuhan koneksi internet dan banyaknya aplikasi yang digunakan oleh instansi perangkat daerah di pemerintah daerah sehingga membutuhkan infrastruktur jaringan intranet yang menghubungkan antar SKPD.

Manfaat jaringan intranet antar SKPD terutama jaringan pita lebar menggunakan media fiber optik atau wireless antara lain :

  1. Akses aplikasi pada server lokal tanpa bandwidth internet. Aplikasi yang ada pada pusat data pemerintah daerah dapat diakses melalui jaringan intranet dengan lebih aman karena ada pada jaringan tertutup.
  2. Langganan bandwidth internet terpusat. Dengan adanya jaringan intranet antar SKPD ini maka pengadaan bandwidth internet dapat dipusatkan di satu tempat sehingga lebih murah. Internet yang terpusat ini juga lebih mudah diatur kecepatannya tergantung penggunaan pada masing – masing instansi menggunakan bandwidth management.
  3. Integrasi semua aplikasi dan layanan publik pada dalam satu jaringan sehingga bisa langsung di hubungkan dengan command center Pemerintah Daerah.

Cara pengadaan jaringan intranet ada beberapa macam :

  1. Membangun sendiri jaringan intranet mulai dari perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan. Jika menggunakan jaringan fiber optik maka harus dipikirkan topologi jaringan yang digunakan, perangkat yang dibutuhkan dan penempatan tiang atau ditanam di jalan raya.
  2. Sewa Layanan Jaringan Metro dari penyedia jasa. Dengan cara ini Pemerintah daerah tinggal menyewa jaringan termasuk perangkat yang digunakan. Namun

Agar pemerintahan berbasis elekronik dapat terintegrasi dengan baik, dibutuhkan juga infrastruktur SPBE yang handal dan terintegrasi. Infrastruktur SPBE meliputi :

  1. Jaringan komunikasi intra pemerintah terpusat
  2. Pusat data (data center) terpusat
  3. Koneksi internet terpusat dan perangkat pendukung lainnya.

Jaringan intra pemerintah bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi dan topologi daerah. Ada beberapa pilihan dalam mengembangkan jaringan intra pemerintah, misalnya sewa jaringan atau membangun sendiri. Sistem sewa biasanya menggunakan jaringan metro atau VPN IP.

Membangun sendiri intra pemerintah terutama yang menggunakan media fiber oftik memiliki beberapa kelebihan yaitu :

  • Mendapat kecepatan jaringan yang lebih tinggi, dimana dengan kecepatan yang lebih cepat ini jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk mengakses seluruh aplikasi yang ada, menyebarkan koneksi internet, integrasi dengan perangkat IP Cam maupun IoT lainnya.
  • Keleluasaan pengelolaan jaringan seperti manajemen bandwidth maupun manajemen user
  • Kemanan informasi dalam jaringan

Infrastruktur SPBE yang terpusat dapat menghemat anggaran teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintah daerah.

Survey Jaringan Wireless dengan AirLink

Cara untuk mendapat koneksi internet untuk daerah yang jauh dari perkotaan atau belum ada koneksi fiber oftik adalah menggunakan koneksi wireless. Agar kita dapat terhubung, maka antara perangkat pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) harus tanpa ada halangan. Baik itu bangunan, bukit atau pepohonan. Agar anda tidak rugi memasang perangkat maka sebaiknya dilakukan survey untuk mengetahui kedua titik tersebut dapat terhubung.

Kita bisa menggunakan aplikasi Google Earth untuk membuat simulasi jarak dan ketinggian antara satu tempat ke tempat lain. Namun kita harus install aplikasinya terlebih dahulu untuk bisa menggunakan aplikasi Google Earth dan penggunaan relatif agak rumit.

Jika ingin aplikasi yang lebih mudah digunakan, anda bisa menggunakan aplikasi berbasis web yaitu UBNT Airlink. Aplikasi ini sangat mudah digunakan untuk menentukan apakah satu titik ke titik lainya tidak ada halangan atau line of sight.

Selain untuk membuat link point to point (PtP) bisa juga untuk poin to multipoint (PtMP). Cara menggunakan aplikasi UBNT Airlink ini sangat mudah yaitu dengan menempatkan dua titik koordinat yang akan dihubungkan. Tentukan perangkat jaringan yang digunakan dan tingginya. Jika garis berwarna hijau maka kedua titik tersebut tidak terhalang.

Pengalaman menggunakan aplikasi ini sebelum memasang perangkat untuk akses internet wireless sangat efektif. Walaupun pada saat pengukuran menggunakan perangkat UBNT namun di lapangan bisa menggunakan perangkat lain seperti Mikrotik atau Tenda.

Berikut link-nya : https://link.ui.com/