Mayoritas masyarakat masih mengakses internet menggunakan paket data melalui jaringan seluler. Sinyal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan internet yang kita gunakan. Saat ini kualitas jaringan terbaik yang bisa kita dapatkan adalah 4G. Dengan jaringan 4G kecepatan rata – rata internet yang dapat dinikmati adalah sekitar 5 – 10 Mbps tergantung dari operator dan paket yang kita gunakan.

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui berapa kecepatan internet melalui jaringan selular ini adalah Opensignal. Selain untuk mengetahui kecepatan akses dari masing masing operator seluler yang ada, kita juga bisa melihat cakupan area sinyal dan lokasi menara BTS.

Sebagai contoh untuk area Singaraja – Bali, kecepatan internet dari operator seluler yang ada adalah :

  1. Three Unduh : Download 10 Mbps dan Upload 4,5 Mbps
  2. Indosat : Download 6,7 Mbps dan Upload 2,8 Mbps
  3. Smartfren :Download 3,7 Mbps dan Upload 0,7 Mbps
  4. Telkomsel :Download 11,3 Mbps dan Upload 4,6 Mbps
  5. Xl :Download 7,3 Mbps dan Upload 3,6 Mbps

Kebutuhan akan akses internet sampai ke pedesaan semakin meningkat. Saat ini hampir semua lapisan masyarakat kaya miskin, tua muda ketergantungan mengakses media sosial.Ada seloroh dari masyarakat di desa dimana lebih paket data internet sama pentingnya dengan kebutuhan pokok. Jika di kota besar banyak ada pilihan akses internet baik yang wireless maupun melalui kabel fiber optik dengan kecepatan tinggi, berbeda dengan di desa dimana pilihan akses internet sangat terbatas. 

Berikut adalah beberapa pilihan akses internet di desa :

  1. Paket Data Seluler

Cara paling mudah dan murah untuk mengakses internet internet di desa adalah melalui paket data di Handphone atau memiliki satu modem wifi untuk dipakai bersama – sama. Masalah utama mengakses internet menggunakan paket data adalah kecepatan akses internet yang dipengaruhi oleh kekuatan sinyal yang diterima. Mengingat belum semua daerah pedesaan terjangkau dengan jaringan 4G. Untuk mengetahui cakupan area jaringan seluler dapat menggunakan aplikasi Opensignal. Selain itu juga adanya batasan kuota data sesuai paket yang dipilih.

2. Radio Wireless

Ada penyedia jasa internet yang khusus menjangkau daerah pedesaan atau pedalaman menggunakan jaringan radio wireless dengan frekuensi tanpa lisensi yaitu 2,4 GHz atau 5,8 Ghz. Layanan ini banyak digunakan oleh villa yang jauh dari kota. Untuk area perumahan banyak juga menggunakan perangkat ini untuk berbagi jaringan internet melalui RT/RW net.

3. Satelit

Pilihan selanjutnya adalah akses internet via satelit. Peralatan yang digunakan adalah antena parabola. Dengan akses ke satelit maka kita dapat mengakses internet dimanapun asalkan masih dalam area cakupan satelit yang digunakan. Namun akses internet menggunakan satelit relatif lebih mahal.

Kegiatan video conference membutuhkan koneksi internet yang stabil. Koneksi internet yang lambat dan tidak stabil sangat mengganggu kegiatan online meeting atau webminar karena membuat gambar putus – putus dan suara yang tidak jelas. Aplikasi video conference seperti Zoom sudah memiliki fitur menyesuaikan koneksi internet yang digunakan dengan mengecilkan resolusi gambar menjadi lebih rendah.

Agar dapat menikmati kualitas video yang standar setidaknya kita harus memiliki bandwidth minimal 1,5 Mbps atau 3 Mbps untuk kualitas video definisi tinggi. Besar bandwidth ini adalah sama untuk download dan upload atau 1:1.

Jika anda berlangganan internet indihome sebesar 10 Mbps, anda mendapatkan kecepatan download maksimal sebesar 10 Mbps dan kecepatan upload maksimal sebesar 2 Mbps. Sehingga dengan koneksi ini akan ideal jika hanya digunakan untuk satu perangkat. Selain hanya digunakan untuk satu perangkat, sebaiknya koneksi menggunakan kabel jaringan buka wireless aga lebih stabil.

Jika kita merasa koneksi internet terasa lambat, maka langkah pertama yang biasa diambil adalah mengetes kecepatan WiFi kita. Menguji kecepatan koneksi internet atau WiFi paling mudah adalah mengggunakan situs penyedia cek kecepatan (speed test) seperti Oakla, CBN speedtest, fast.com dan lain -lain. Namun hasi test kecepatan koneksi internet yang ditampilkan sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Sehingga angka tersebut kemungkinan berbeda dari kecepatan sebenarnya yang diberikan oleh penyedia.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan test speed internet WiFi.

1. Gunakan aplikasi yang tepat.

Dibandingkan menggunakan test speed berbasis website yang biasanya perlu bandwidth untuk download flash maupun iklan, sebaiknya gunakan test speed mengunakan aplikasi seperti https://www.speedtest.net/apps

2. Lakukan berulang kali.

Terkadang saat kita melakukan test speed koneksi internet memang sedang lambat sementara karena jaringan dan bisa kembali normal beberapa saat. Untuk itu sebaiknya test speed tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali untuk mendapat perbandingan.

3. Pastikan tidak perangkat yang sedang download.

Jika ada perangkat yang sedang download atau update maka sebaiknya test speed jangan dilakukan karena akan mempengaruhi hasil test speed kita. Pada umumnya router standar tidak di set pembatasan kecepatan masing – masing perangkat. Ini menyebabkan satu perangkat melakukan aktifitas download apalagi yang menggunakan download manager atau torrent akan menghabis kapasitas yang tersedia.

4. Putuskan perangkat yang terhubung ke WiFi.

Jika test speed dilakukan pada koneksi internet wireless atau WiFi maka sebaiknya putuskan terlebih dahulu perangkat yang terhubung.

Kegiatan Work From Home (WFH) dan belajar dari rumah membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil. Koneksi internet yang lambat sangat mengganggu kegiatan seperti meeting online maupun webminar. Apa yang bisa kita lakukan agar koneksi internet WiFi menjadi lebih kencang?

1. Restart Router

Cara paling mudah adalah dengan mematikan sejenak power dai WiFI Router kita. Tujuan dari tindakan ini adalah merefresh perangkat elektronik ini agar dapat berfungsi dengan baik. Dengan cara ini akan akan menghapus isi RAM di router.

2.Atur ulang kata sandi router

Mengganti password WiFi bertujuan untuk memutus koneksi perangkat ke router akses poin kita. Ini juga bertujuan untuk membatasi pengguna router. Dengan berkurangnya pengguna diharapkan kecepatan internet menjadi lebih cepat.

3. Atur Ulang Channel

Jika dalam satu tempat ada banyak perangkat yang memancarkan WiFi maka kemungkinan akan ada interferensi antar satu akses poin dengan yang lain. Interferensi mengakibatkan gangguan pada koneksi internet yang dipancarkan menjadi lebih lambat. Penga

4. Pindahkan Router

Jarak antara pemasangan router dengan perangkat penerima mempengaruhi kecepatan internet yang dipancarkan. Semakin jauh maka kecepatan internetnya semakin lambat. Ada tidak penghalang juga berpengaruh. Usahakan tempat jarak antara router dengan perangkat penerima ada pada posisi terdekat dan tidak terhalang apapun.

5. Cek perangkat yang terhubung

Terkadang WiFi lambat karena banyak nya perangkat yang terhubung ke router. Kita bisa melihat perangkat yang terhubung melalui halaman admin router.

6. Tambah Wifi Repeater

Jika satu router akses poin tidak bisa menjangkau seluruh tempat dengan maksimal maka kita bisa menambahkan tambahan akses poin atau WiFi Repeater. Tambahan perangkat ini akan mengurangi beban router utama disamping dapat memperluas jangkauan WiFi.

7. Ganti Router Baru

Router lama atau yang diberikan ISP perlu diganti agar mendistribusikan koneksi internet dengan baik. Teknologi router terus berkembang sehingga harus didukung juga dengan perangkat yang terbaru

8. Hubungi Penyedia Layanan

Cara terakhir yang bisa dilakukan jika semua langkah diatas tidak berhasil dan koneksi internet tidak sesuai dengan spesifikasi langganan adalah dengan mengghubungi ISP

Koneksi internet yang paling stabil adalah menggunakan koneksi kabel fiber oftik (FO)karena media ini dapat mengantarkan sinyal paling cepat tanpa ada interferensi seperti halnya wireless. Kebutuhan koneksi internet yang lebih cepat untuk keperluan bekerja maupun hiburan mengakibatkan semakin banyak provider yang menyediakan layanan internet melalui kabel sampai ke rumah – rumah. Tidak heran di kota – kota besar seperti Denpasar semakin banyak ada tiang FO di jalan.

Dedicated vs Shared

Dari segi kualitas layanan, ada dua jenis bandwidth yang ditawarkan oleh penyedia layanan yaitu Dedicated dan Shared. Pada layanan dedicated, kecepatan internet pada pelanggan adalah tetap misalnya langganan internet 10 Mbps dedicated 1:1 maka kecepatan internet yang kita terima adalah tetap 10 Mbps untuk download maupun upload. Berbeda dengan layanan shared, misalnya kita langganan internet sebesar 10 Mbps shared 10:1, maka kecepatan maksimal koneksi internet adalah 10 Mbps untuk download dan 1 Mbps untuk upload. Koneksi internet dedicated biasanya digunakan pada kantor – kantor sedangkan shared biasa digunakan di rumah – rumah maupun kantor kecil karena perbedaan harga yang cukup besar antar dedicated dan shared.

Fiber Oftik di Buleleng

Di Kabupaten Buleleng terutama di kota Singaraja, ada banyak pilihan penyedia internet fiber optik yang bisa dipilih. Untuk layanan dedicated ada Astinet dari Telkom, Icon Plus, Indosat, Biznet dan GMedia. Sementara untuk layanan shared pilihannya ada Indihome dari Telkom dan Biznet. Indihome banyak digunakan karena jaringannya yang paling luas, ada layanan televisi berlangganan (UseeTV) dan telepon rumah. Namun jika dilihat kecepatan internet yang ditawarkan untuk harga sama, Indihome 10 Mbps sama dengan Biznet 75 Mbps.

Meningkatnya kebutuhan koneksi internet dan banyaknya aplikasi yang digunakan oleh instansi perangkat daerah di pemerintah daerah sehingga membutuhkan infrastruktur jaringan intranet yang menghubungkan antar SKPD.

Manfaat jaringan intranet antar SKPD terutama jaringan pita lebar menggunakan media fiber optik atau wireless antara lain :

  1. Akses aplikasi pada server lokal tanpa bandwidth internet. Aplikasi yang ada pada pusat data pemerintah daerah dapat diakses melalui jaringan intranet dengan lebih aman karena ada pada jaringan tertutup.
  2. Langganan bandwidth internet terpusat. Dengan adanya jaringan intranet antar SKPD ini maka pengadaan bandwidth internet dapat dipusatkan di satu tempat sehingga lebih murah. Internet yang terpusat ini juga lebih mudah diatur kecepatannya tergantung penggunaan pada masing – masing instansi menggunakan bandwidth management.
  3. Integrasi semua aplikasi dan layanan publik pada dalam satu jaringan sehingga bisa langsung di hubungkan dengan command center Pemerintah Daerah.

Cara pengadaan jaringan intranet ada beberapa macam :

  1. Membangun sendiri jaringan intranet mulai dari perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan. Jika menggunakan jaringan fiber optik maka harus dipikirkan topologi jaringan yang digunakan, perangkat yang dibutuhkan dan penempatan tiang atau ditanam di jalan raya.
  2. Sewa Layanan Jaringan Metro dari penyedia jasa. Dengan cara ini Pemerintah daerah tinggal menyewa jaringan termasuk perangkat yang digunakan. Namun