Kabupaten Buleleng yang terletak di bagian utara pulau Bali sejak dahulu memang mengalami kendala mengakses siaran televisi teresterial. Televisi merupakan media hiburan dan informasi yang paling murah yang bisa diakses masyarakat di pedesaan.

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan, seperti Badung, Denpasar, Tabanan dan Gianyar yang secara geografis relatif datar, Bali utara adalah kawasan berbukit. Penduduk di daerah ini juga tidak terpusat di satu kawasan tetapi menyebar di 9 kecamatan. Jika stasiun televisi ingin bersiaran di kawasan ini minimal harus memiliki dua stasiun pemancar.

TVRI memiliki antena pemancar di Kintamani untuk meng-cover area bagian timur dan di Pucak Sari, Busungbiu untuk meng-cover area barat. Tetapi tetap juga masyarakat tidak bisa menerima siaran ini dengan baik.

Sebenarnya ada beberapa stasiun televisi sudah bersiaran di kawasan Buleleng, misalnya MNC group yang sebelumnya menggunakan tower dari Radio Guntur, Trans7 dan RTV bersiaran dari Radio Pesona Bali di Kawasan Banyuning dan MetroTV bersiaran dari wilayah Desa Sambangan. Lokasi tower yang berbeda ini mengkibatkan penerima siaran tidak bisa mengarakan antena UHF nya ke satu arah.

Upaya pemerintah untuk mengatasi masalah siaran televisi di Buleleng.

Pemerintah daerah sudah berusaha memberikan solusi agar masyarakat dapat menerima siaran televisi dengan murah dan berkualitas. Salah satunnya adalah rencana pembangunan menara televisi yang bisa digunakan secara bersama – sama oleh semua lembaga penyiaran televisi yang ada. Rencana pembangunan menara televisi ini adalah di sekitar puncak Wanagiri atau di wilayah desa Pegayaman. Namun karena pandemi covid 19, rencana pembangunan ini kembali tertunda.

Rencana Siaran Televisi Digital

Berdasarkan Undang – Undang Cipta Kerja maka siaran televisi analog harus bermigrasi ke siaran analog mulai tahun 2022. Berbeda dengan siaran analog yang boros frekuensi maka siaran televisi digital dapat menggunakan satu frekuensi untuk banyak channel. Kualitas siaran digital juga lebih baik dari siaran analog.

Namun masyarakat yang menggunakan televisi keluaran lama tidak langsung dapat menerima siaran digital. Televisi model ini membutuhkan dekoder digital atau set up box tambahan.

Cara menerima siaran televisi di Buleleng.

Cara agar dapat menikmati siaran televisi bagi masyarakat di Buleleng berbeda – beda, diantaranya :

1.Menggunakan antena parabola untuk mengakses siaran free to air (FTA). Dengan dekode digital maka dapat mengakses siaran dari televisi nasional dan luar negeri sesuai dengan satelit yang diakses. Kualitas siaran digital ini sudah sangat baik. Tetapi kelemahannya adalah seringnya pergantian frekuensi dari stasiun televisi sehingga harus di set ulang. Di samping itu juga sering ada siaran seperti sepak bola yang diacak.

2. Televisi Berlangganan
Bagi yang memiliki anggaran lebih biasanya menggunakan televisi berlangganan berbasis satelit sepert Indovision, Kvision, Transvision dan lain – lain.
3.Streaming melalui internet
Pilihan lain adalah menggunakan streaming, tapi membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Andaikan seluruh masyarakat dapat mengakses koneksi internet broadband dengan harga terjangkau, mungkin akses siaran televisi konvensional berkurang

Baca juga :

Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2020 untuk di Kabupaten Buleleng sudah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Buleleng Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang Pendidikan Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Perbup ini mengatur tentang tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru yang meliputi Persyaratan,Jalur pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru, Tahap Pelaksanaan PPDB, Pendataan Ulang dan Perpindahan peserta didik.

Sementara untuk petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru kabupaten Buleleng diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Nomor 422.1/4680/SKRT/Disdikpora/2020 tentang perubahan atas petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2020/2021

Berikut adalah jadwal pelaksanaan PPDB Buleleng :

Proses PPDB di Kabupaten Buleleng untuk TK,SD dan SMP tahun ini dilakukan tidak secara online, tetapi untuk SMA dan SMK dilaksanakan secara Online.

Selain karena belum meratanya akses internet di Kabupaten Buleleng, juga untuk menerapkan PPDB online ini membutuhkan infrastruktur teknologi informasi seperti server dan jaringan yang memenuhi syarat.

Koneksi internet yang paling stabil adalah menggunakan koneksi kabel fiber oftik (FO)karena media ini dapat mengantarkan sinyal paling cepat tanpa ada interferensi seperti halnya wireless. Kebutuhan koneksi internet yang lebih cepat untuk keperluan bekerja maupun hiburan mengakibatkan semakin banyak provider yang menyediakan layanan internet melalui kabel sampai ke rumah – rumah. Tidak heran di kota – kota besar seperti Denpasar semakin banyak ada tiang FO di jalan.

Dedicated vs Shared

Dari segi kualitas layanan, ada dua jenis bandwidth yang ditawarkan oleh penyedia layanan yaitu Dedicated dan Shared. Pada layanan dedicated, kecepatan internet pada pelanggan adalah tetap misalnya langganan internet 10 Mbps dedicated 1:1 maka kecepatan internet yang kita terima adalah tetap 10 Mbps untuk download maupun upload. Berbeda dengan layanan shared, misalnya kita langganan internet sebesar 10 Mbps shared 10:1, maka kecepatan maksimal koneksi internet adalah 10 Mbps untuk download dan 1 Mbps untuk upload. Koneksi internet dedicated biasanya digunakan pada kantor – kantor sedangkan shared biasa digunakan di rumah – rumah maupun kantor kecil karena perbedaan harga yang cukup besar antar dedicated dan shared.

Fiber Oftik di Buleleng

Di Kabupaten Buleleng terutama di kota Singaraja, ada banyak pilihan penyedia internet fiber optik yang bisa dipilih. Untuk layanan dedicated ada Astinet dari Telkom, Icon Plus, Indosat, Biznet dan GMedia. Sementara untuk layanan shared pilihannya ada Indihome dari Telkom dan Biznet. Indihome banyak digunakan karena jaringannya yang paling luas, ada layanan televisi berlangganan (UseeTV) dan telepon rumah. Namun jika dilihat kecepatan internet yang ditawarkan untuk harga sama, Indihome 10 Mbps sama dengan Biznet 75 Mbps.