Penggunaan video konferensi semakin sering dalam berbagai bidang, baik untuk pekerja kantoran maupun pendidikan. Kini para siswa, pendidik, pegawai maupun pejabat sudah mulai terbiasa menggunakan fasilitas video Conference. Walaupun ada beberapa masih gagap ketika menggunakan fasilitas ini namun seiiring waktu menjadi terbiasa.

Aplikasi paling populer yang digunakan untuk video konferensi saat ini yaitu Zoom. Ada yang menggunakan versi gratis namun banyak instansi yang sudah menggunakan versi berbayar atau berlisensi.

Kegiatan vicon ini secara umum dapat dibagi dua, yaitu Meeting Online dan Webminar. Walau sama – sama merupakan kegiatan video conference dan menggunakan aplikasi yang sama namun ada beberapa perbedaan dari kedua kegiatan ini, diantaranya :

  1. Zoom Meeting/ Rapat Online adalah kegiatan layaknya rapat offline dimana semua peserta bisa berinteraksi satu sama lain, sementara Webminar layaknya seminar atau sosialisasi dimana tidak ada interaksi antar peserta.
  2. Meeting Online biasanya melibatkan peserta sedikit dan tertutup sementara Webminar melibatkan lebih banyak peserta.
  3. Meeting Online biasa dipimpin oleh satu pimpinan rapat yang mengatur jalannya diskusi sementara Webinar dipimpin oleh moderator dengan beberapa panelis.

Walau demikian, sering kali acara seminar atau sosialisasi menggunakan Zoom Meeting dengan alasan panitia dapat melihat langsung dan berinteraksi pesertnya

Google Meet sebuah aplikasi video conference buatan Google memang belum se-terkenal Zoom. Setiap mendengar acara vicon di kantor maupun rumah pasti kita menggunakan aplikasi Zoom. Ibarat menyebut pipa PVC dengan Paralon atau pasta gigi dengan Odol.

Awal mula mencari aplikasi video conference untuk di kantor di awal Work From Home (WFH), ada beberapa pilihan seperti Cisco Webex, Zoom, Jitsi dan Google, namun saat itu Zoom menawarkan 1 host dengan 100 peserta selama 40 menit gratis. Fitur inilah yang menjadi alasan pengguna di kantor menggunakan Zoom. Namun seiring peningkatan kebutuhan akan rapat yang semakin lama dan para pengguna sudah nyaman rapat dengan video conference akhirnya beralih ke yang berlisensi.

Kini Google Meet yang termasuk dalam paket Google Suite diberikan gratis sampai 30 September 2020 yang bisa digunakan untuk 250 peserta, rekam rapat dan simpan di Google Drive dan terintegrasi dengan layanan Google Doc. Jika dilihat dari segi fitur, Google Meet ini fiturnya jauh lebih banyak. Namun untuk merubah kebiasaan pengguna mungkin butuh waktu.

Noise Cancelling

Meet akan dilengkapi dengan fitur noise cancelling dengan kecerdasan buatan. Fitur ini saat ini sangat dibutuhkan oleh pengguna karena sering sekali saat rapat berlangsung ada suara – suara latar belakang yang mengganggu. Suara berisik bisa muncul dari pembicara atau dari peserta yang lupa me-mute microfon nya.