Berbeda dengan media sosial, perusahaan swasta maupun korporasi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengolah data dari  penggunanya untuk keperluan target iklan yang relevan, pemerintahan memerlukan kecerdasan buatan untuk proses kerja yang efektif dan sesuai sasaran. Secara umum tugas aparatur sipil negara yang bertugas di instansi pemerintah adalah untuk administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.

Alur kerja administrasi pemerintahan selalu berulang setiap tahun. Pengelolaan keuangan pemerintah daerah sebagai contoh, siklusnya dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pertanggungjawaban dan pemeriksaan. Seluruh siklus ini membutuhkan banyak sumber daya dan waktu dari aparatur sipil negara. Ada anggapan bahwa pekerjaan PNS paling banyak adalah membuat surat pertanggungjawaban (SPJ).

Lalu bagaimana cara memanfaatkan teknologi Artificial Intelegence (AI) untuk membantu kegiatan administrasi pemerintahan? Seluruh kegiatan di pemerintahan diatur oleh regulasi, Undang – Undang, Peraturan Presiden, Peraturan Mentri, Peraturan Gubernur/Peraturan Bupati/ Peraturan Walikota. Untuk bisa memanfaatkan AI maka regulasi juga harus mendukung.

Kecerdasan buatan membutuhkan banyak data agar dapat bekerja dengan baik. Data masih menjadi persoalan dalam administrasi pemerintahan. Data penduduk misalnya yang dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan anggaran, belum ada data yang real time bisa ditampilkan.

Selain pengelolaan administrasi keuangan, pemerintahan juga memiliki kewajiban melaksanakan pelayanan publik. Administrasi kependudukan, pelayanan perizinan, pajak, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial lainnya. AI bisa dikembangkan untuk pelayanan publik yang lebih cepat. Beberapa negara maju sudah mulai menerapkan AI untuk pelayanan publik, Kantor Pajak Australia (ATO) sudah melakukan otomatisasi dalam proses perpajakan bagi warga negaranya.

Ciri paling kelihatan dari instansi pemerintah yang sudah menerapkan sistem kecerdasan buatan adalah adanya fitur chat dengan virtual asisten yang bisa menjawab dan memproses setiap pertanyaan yang diajukan oleh penggunanya.

Secara sederhana algoritma adalah serangkaian langkah – langkah logis yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma identik dengan ilmu komputer karena algoritma umumnya digunakan untuk pemrograman. Aplikasi komputer, yang paling sederhana sekalipun dibuat berdasarkan algoritma. Contoh algoritma sederhana dalam kehidupan sehari – hari misalnya, langkah – langkah mengambil uang di ATM atau langkah – langkah memesan makanan menggunakan aplikasi ojek online.

Seiring dengan semakin berkembangnya aplikasi, algoritma juga menjadi semakin kompleks. Algoritma memegang memegang peranan penting terhadap apa yang kita lihat dalam aplikasi sosial media kita. Untuk mengatur tampilan linimasa Facebook memiliki algoritma yang bisa membedakan antaara satu pengguna dengan penggguna lainnya.

Algoritma yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman merupakan serangkaian perintah agar komputer bisa melakukan tugas secara berurutan, “if” “then” “else”.

Masyarakat umum saat ini memandang algoritma sangat berperan dalam memberikan rekomendasi dalam sebuah aplikasi. Algoritma bisa memberikan rekomendasi film yang mungkin kita suka di Netflix, Algoritma bisa memberikan rekomendasi terhadap barang yang mungkin beli di Tokopedia atau Shopee, algoritma bisa memberikan rekomendasi terhadap calon peminjam dari aplikasi pinjaman online.

Walaupun algoritma merupakan rumus matematika, namun pada perkembangannya bisa digunakan untuk memproses data apapun. Perusahan besar seperti Facebook, Google, Amazon, dan marketplace mengandalkan algoritma untuk memberikan layanan kepada penggunanya.

Pada program komputer sederhana, komputer bekerja sesuai dengan langkah – langkah yang ditulis oleh programmernya. Namun dengan adanya data yang memadai, komputer dapat diprogram agar dapat membaca pola sehingga “belajar” dari pola yang ada. Inilah yang dikenal dengan Machine Learning yang menghasilkan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence/ AI).

Algoritma kecerdasan buatan ini banyak memberi manfaat dalam kehidupan manusia karena dapat membantu pengambilan keputusan yang memerlukan komputasi yang rumit. Namun ada juga kekhawatiran bila algoritma ini digunakan acuan membuat keputusan mengetahui proses komputasinya.