Mengenal Routing Protokol BGP

BGP (Border Gateway Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk bertukar informasi rute antara sistem otonom (AS) yang berbeda di Internet. BGP bertanggung jawab atas routing lalu lintas antara jaringan yang berbeda dan memastikan bahwa data dikirim ke tujuan yang benar dengan menggunakan kebijakan untuk memilih jalur terbaik. BGP adalah protokol path-vector, yang berarti ia menggunakan vektor nomor AS untuk merepresentasikan jalur ke suatu tujuan, dan memilih jalur terbaik berdasarkan berbagai faktor, seperti jumlah hop AS dan kebijakan yang dikonfigurasi oleh administrator jaringan. BGP adalah protokol kritis untuk Internet dan digunakan oleh penyedia layanan Internet (ISP) dan organisasi besar untuk menghubungkan jaringan mereka ke Internet.

Autonomous Number

AS Number (nomor sistem otonom) adalah identitas numerik yang unik yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan atau sistem otonom dalam jaringan Internet. Sistem otonom adalah kumpulan dari jaringan yang dikelola oleh satu atau lebih administrator jaringan yang sama dan memiliki kebijakan routing yang serupa.

AS Number digunakan dalam protokol routing BGP (Border Gateway Protocol) untuk mengirimkan informasi tentang jaringan dan rute di seluruh Internet. Setiap sistem otonom harus memiliki nomor AS yang berbeda untuk membedakannya dari sistem otonom lainnya.

AS Number terdiri dari dua jenis:

  • AS Number 16-bit, yang terdiri dari angka 1 hingga 65535.
  • AS Number 32-bit, yang terdiri dari angka 1 hingga 4294967295. AS Number 32-bit diperkenalkan pada tahun 2007 karena jumlah nomor AS 16-bit yang tersedia sudah semakin sedikit.

AS Number 32-bit biasanya digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) yang sangat besar dan memiliki banyak jaringan. Sementara itu, AS Number 16-bit masih banyak digunakan oleh organisasi yang memiliki jaringan yang lebih kecil.

AS Number penting dalam pengelolaan jaringan dan routing di Internet, karena memungkinkan pengiriman data antara sistem otonom dan mengatur kebijakan pengalihan lalu lintas di Internet.

Kelebihan Protokol BGP

Berikut adalah beberapa kelebihan protokol BGP (Border Gateway Protocol):

  • Skalabilitas: BGP dapat menangani jaringan yang sangat besar dan kompleks, termasuk jaringan multinasional dan multiregional.
  • Redundansi: BGP mendukung rute yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga dapat memberikan redundansi dan keandalan jaringan yang lebih tinggi.
  • Fleksibilitas: BGP dapat dikonfigurasi dengan kebijakan yang kompleks dan beragam untuk memilih rute terbaik, termasuk mempertimbangkan biaya, kecepatan, dan kualitas layanan (QoS).
  • Konvergensi cepat: BGP dapat secara cepat mendeteksi perubahan jaringan dan mengadaptasikan diri dengan cepat. Hal ini memastikan bahwa jaringan tetap stabil dan dapat memberikan layanan tanpa gangguan.
  • Keamanan: BGP memiliki fitur otentikasi dan enkripsi untuk memastikan bahwa hanya router yang sah yang dapat bertukar informasi rute. Hal ini membantu mencegah serangan jaringan yang berpotensi merugikan.

Dalam keseluruhan, kelebihan BGP membuat protokol ini sangat penting dalam mengelola jaringan besar dan kompleks di Internet.

Kelemahan Protokol BGP

Berikut adalah beberapa kelemahan protokol BGP (Border Gateway Protocol):

  • Kompleksitas konfigurasi: BGP memiliki konfigurasi yang kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang topologi jaringan dan kebijakan routing. Hal ini dapat memakan waktu dan sumber daya yang signifikan.
  • Tergantung pada kebijakan: BGP sangat tergantung pada kebijakan yang dikonfigurasi oleh administrator jaringan. Kesalahan konfigurasi atau penambahan kebijakan yang salah dapat menyebabkan masalah jaringan yang serius.
  • Ancaman keamanan: Meskipun BGP memiliki fitur keamanan, tetapi masih mungkin bagi penyerang untuk melakukan serangan palsu dan mempengaruhi rute di jaringan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya data atau kegagalan jaringan.
  • Ketergantungan pada provider layanan Internet: Untuk menghubungkan jaringan ke Internet, organisasi harus bergantung pada penyedia layanan Internet (ISP) dan menggunakan protokol BGP untuk bertukar informasi rute. Hal ini dapat membatasi fleksibilitas dan kontrol atas jaringan.
  • Keterlambatan konvergensi: Meskipun BGP terkenal karena konvergensi cepat, dalam beberapa situasi, proses konvergensi mungkin memakan waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan penundaan dalam pengiriman data dan gangguan jaringan.

Dalam keseluruhan, meskipun BGP adalah protokol penting untuk mengelola jaringan Internet yang besar dan kompleks, tetapi juga memiliki kelemahan yang perlu dipertimbangkan oleh administrator jaringan.

Contoh Konfigurasi BGP

Berikut adalah contoh konfigurasi BGP pada router MikroTik:

/routing bgp
add name=bgp-as65001 remote-address=192.0.2.2 remote-as=65002
/network address
add address=10.0.0.0/24 network=10.0.0.0

Penjelasan:

  • /routing bgp digunakan untuk memulai konfigurasi BGP.
  • add name digunakan untuk memberi nama pada konfigurasi BGP ini.
  • remote-address digunakan untuk menentukan alamat IP tetangga BGP dari router saat ini, yaitu 192.0.2.2.
  • remote-as digunakan untuk menentukan nomor AS tetangga BGP, yaitu 65002.
  • /network address digunakan untuk masuk ke menu pengaturan alamat jaringan.
  • add address digunakan untuk menambahkan alamat IP dan subnet mask yang akan di-announce ke tetangga BGP.
  • network digunakan untuk menentukan jaringan yang akan di-announce ke tetangga BGP, dalam hal ini adalah 10.0.0.0/24.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Exit mobile version