Friday , 18 August 2017
Home » Blog » Tentang Burung di Bali

Tentang Burung di Bali

Berapa jenis burung yang terdapat di Pulau Bali di tahun 2012?

Pertanyaan ini muncul setelah menonton film The Big Year (2011) di channel FOX kemarin. Film ini ini bercerita tentang persaingan antara tiga orang yaitu Brad Harris (Jack Black), Stu Preissler (Steve Martin) dan Kenny Bostick (Owen Wilson) untuk memenangkan penghargaan bagi pengamat yang paling banyak mengamati burung dalam setahun yang diadakan oleh majalah “Birding” setiap tahun. The Greatest Birder of the Year adalah nama penghargaannya. Mereka bertiga berkeliling Amerika  selama setahun untuk mendapat foto dari burung – burung yang ada disana.

Berbicara tentang burung, saya teringat masa kecil ketika masih di desa, Desa Wanagiri. Desa Wanagiri terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian kurang lebih 1000 meter diatas permukaan laut. Kawasan yang berbatasan dengan hutan belantara di sebelah utara dan selatannya menyebabkan banyak species burung tinggal di daerah ini.

Berikut adalah beberapa jenis burung yang saya pernah lihat di desa Wanagiri:

Burung Punglor

Burung ini menyandang banyak nama diantaranya, bager, tegtegan jalan, kesiit dan lain – lain. Merupakan burung primadona karena konon harganya yang relatif tinggi. Tidak heran ketika burung ini baru akan membuat sangkar saja sudah diintip oleh banyak orang dan ketika telurnya sudah menetas akan ada perlombaan siapa yang paling dulu mengambilnya. Cara tidak sehatpun kadang dipakai disini, walaupun masih

Burung Pelatuk

Bagi saya ini adalah burung yang unik dalam membuat sangkarnya dengan cara membuat lubang pada batang kayu yang telah kering. Dulu ketika kayu dapdap jumlahnya masih banyak yang besar – besar dan tinggi, populasi burung ini sangat banyak.

Burung Pleci

Burung ini memiliki banyak nama seperti burung kaca mata karena warna di sekitar matanya mirib dengan kacamata. Di daerah saya dikenal dengan nama kepecit, mungkin karena ukuranya yang kecil dan lincah. Burung ini ada dua jenis, ada yang leher warna kuning dan warna putih. Dulu memang tidak banyak yang mencari burung ini sehingga setiap pagi selalu ramai dengan kicauan burung ini. Kini karena meningkatnya permintaan pasar akan burung ini mengakibatkan perburuannya semakin masif akhir – akhir ini. Bahkan pihak aparat desa sampai memasang larangan untuk menangkap burung ini.

Burung Kepodang

burung kepodang

Di Bali dikenal dengan nama burung cilalongan. Burung berwarna kuning ini memiliki kicauan yang bagus. Biasanya membuat sangkarnya pada pepohonan yang tinggi. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemburu burung karena mau tidak mau harus memanjat pohon untuk mendapatkan anak nya. Nama Kepodang saya tahu setelah mendengan lagu Ebit G. Ade dengan judul Cinta Sebening Embun.

Sepasang kepodang terbang melambung                                                                        Menukik bawa seberkas pelangi                                                                              Gelora cinta, gelora dalam dada                                                                            kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Jenis burung lain yang dulu saya tahu antara lain, burung prenjak, burung kedasih, gagak,

About budarsa

Bloger tahap belajar. Bekerja sebagai pegawai di pemkab Buleleng, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*