Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Perkembangan LPSE Buleleng

lpse buleleng

Analisis mengenai implikasi penerapan pengadaan barang jasa pemerintah masih “seksi” untuk diangkat menjadi judul skripsi bahkan untuk tesis. Tulisan ini merupakan sedikit penjelasan bagi teman yang sedang menulis terkait dengan LPSE di Kabupaten Buleleng.

Peraturan tentang Pembentukan LPSE Buleleng

Pada tahun 2012 dikeluarkan Keputusan Bupati Buleleng Nomor :027/802/HK/2012 Tentang Pembentukan Tim Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Pada tahun 2013 diperbaharui lagi dengan Keputusan Bupati Buleleng Nomor :030/211/HK/2013 Tentang Pembentukan Tim Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Selain itu juga dikeluarkan juga Peraturan Bupati Buleleng Nomor 12 tahun 2013 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik (e-Procurement) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai dasar untuk penerapan sistem e-procurement di Lingkungan Pemerintah kabupaten Buleleng.

Infrastruktur LPSE Buleleng

Awal tahun 2012 LPSE Buleleng berubah dari LPSE service provider dimana harus menyiapkan dan memelihara infrastruktur sendiri. Tahap awal pendiriannya LPSE Buleleng mengadakan infrastruktur minimal agar sistem dapat berjalan. Terdiri dari sebuah server dengan spesifikasi processor intel quadcore 2,40 Ghz, memory 4 GB dan harddisk  500 GB,  sebuah router mikrotik RB 1200, switch, 4 buah laptop  serta koneksi internet sebesar 1 MBps.

Pada tahun 2013 ditambah lagi dengan 2 unit server rackmount, backup data storage, rack server, swicth hub, UPS 3000 VA, sebuah wireless akses poin dan koneksi internet sebesar 3 MBps.

Pengelola LPSE Buleleng

Unsur pengelola LPSE Buleleng  pada tahun 2012 diambil dari Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah di Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng dan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  Kabupaten Buleleng. Sekretariat dan infrastruktur LPSE Buleleng berada di Diskominfo. Pada tahun 2013, seluruh pengelola teknis berasal dari Diskominfo Kabupaten Buleleng.

Pelatihan dan Sosialisasi

Sebelum melaksanakan paket lelang, diberikan pelatihan bagi pengelola LPSE Buleleng bertempat di LPSE Provinsi Bali. Kemudian pengelola LPSE Buleleng baru memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada panitia pengadaan dan penyedia barang  dan jasa. Pelatihan kepada panitia pengadaan dilaksanakan pada awal tahun 2012 dan awal tahun 2013. Sedangkan pelatihan kepada penyedia barang/ jasa diberikan kepada penyedia yang telah melakukan verifikasi di LPSE Kabupaten Buleleng. Pada tahun 2013 ini, LPSE Buleleng juga memberikan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 3.5 kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena juga menggunakan SPSE ini.

Jumlah Paket Lelang dan Efisiensi

Sepanjang tahun 2012, LPSE Buleleng berhasil melelangkan  sebanyak paket pengadaan 45 paket pengadaan dengan nilai pagu anggaran sebesar 40.4 M. Sementara itu  sampai dengan awal bulan Juli ini jumlah lelang yang selesai adalah sebesar 54 paket dengan nilai pagu anggaran sebesar 38,6 M.

Dari halaman website smart report LKPP http://report-lpse.lkpp.go.id/v2/public/efisiensi bisa dilihat efisiensi penggunaan sistem pengadaan secara elektronik di Kabupaten Buleleng sekitar 9 M atau sekitar 11,59 %. Angka ini didapatkan dari selisih pagu anggaran dan hasil lelang.

Efisiensi pengadaan secara elektronik ini juga bisa dilihat dari proses lelang itu sendiri misalnya berkurangnya biaya cetak karena dokumen dalam bentuk file dan juga berkurangnya biaya konsumsi pada proses aanwizing.

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *