Tuesday , 22 August 2017
Home » Blog » Mengamati Perilaku Burung

Mengamati Perilaku Burung

Mengamati burung di alam liar (birding) merupakan kegiatan yang menarik bagi sebagian orang. Kalau di Amerika ada organisasi pengamat burung yaitu ABA, kalau di Indonesia sendiri saya belum tahu ada atau tidak.

Di Bali aktivitas mengamati burung  juga dijadikan paket wisata. Banyak agen wisata yang menyediakan paket  Bali BirdWatching. Tempatnya bisa di hutan tropis di kawasan danau buyan tamblingan, kawasan taman nasional Bali Barat bahkan sampai ke daerah  Jawa Timur.

Berikut pengalaman saya dalam mengamati perilaku  beberapa jenis burung:

Burung Kedasih
Di Bali nama kedasih diidentikkan dengan perhitungan bulan dalam kalender caka yaitu kedasa dimana burung ini akan sering berkicau ketika memasuki bulan kesepuluh dalam kalender caka. Keunikan burung kedasih ini adalah saat proses reproduksinya yaitu induk kedasih tidak membesarkan anaknya sendiri bahkan tidak membuat sangkarnya sendiri. Ketika masa bertelurnya tiba burung kedasih akan menitipkan telurnya ke sarang burung yang lain. Biasanya yang dititipi adalah burung yang lebih kecil. Telur yang ada akan dibuang dan diganti dengan telur dari burung kedasih ini. Telur ini akan dieram hingga menetas.

Burung Jeling

Burung ini mempunyai warna hitam menyala.  Kalau burung kedasih menitipkan telurnya di sangkar burung yang lain berbeda dengan burung jeling yang mengambil sarang burung lain untuk dipakai bertelur. Burung yang diambil sarangnya adalah sarang burung pelatuk. Burung pelatuk membuat sarangnya di dahan pohon yang telah mati dan kering dengan menggunakan paruhnya. Kadang – kadang burung pelatuk membuat sarang namun tidak dipakai untuk bertelur, sarang inilah yang kemudian digunakan oleh burung jeling. Namun kadang burung pelatuk ini diusir oleh  kawanan burung jeling.

 

About budarsa

Bloger tahap belajar. Bekerja sebagai pegawai di pemkab Buleleng, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*