Saturday , 25 November 2017
Home » server » Memilih Konfigurasi RAID Untuk Media Penyimpanan Server

Memilih Konfigurasi RAID Untuk Media Penyimpanan Server

raid

Media penyimpanan adalah komponen penting ketika berbicara tentang sebuah aplikasi yang menggunakan server. Faktor  yang mesti diperhatikan dalam proses menyimpan data melalui database maupun file adalah kecepatan dan keamanan data. Diperlukan sebuah mekanisme agar data di server cepat dapat diakses serta tidak hilang jika terjadi kerusakan pada media penyimpanan (harddisk). Untuk itulah dikenal dengan sistem redundansi  dalam penyimpanan data.

RAID  adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disks atau Redundant Array of Inexpensive Disks yaitu suatu teknologi dalam penyimpanan data yang mentoleransi kesalahan media dengan cara menduplikasi data baik menggunakan perangkat lunak maupun keras. Ada beberapa level atau metode yang dapat dipilih ketika ingin mengimplementasikan RAID ini dalam media penyimpanan server kita. Pemilihan salah satu level ini mempertimbangkan pada performa maupun anggaran yang kita miliki. Berikut adalah contoh tabel perbandingan dari RAID yang ada.

 RAID 0

RAID 0 merupakan RAID yang paling sederhana dan dikenal dengan data stripping (tanpa parity dan mirror). Dalam proses penyimpanan, data disebar ke beberapa drive. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penulisan data.

Kelebihan : Proses penulisan data yang cepat, seluruh kapasitas harddisk digunakan (100 %)

Kekurangan : Paling tidak aman karena tidak ada redundansi data.

RAID 1

RAID 1 dikenal sebagai mirroring (tanpa striping dan parity)

Kelebihan : Data aman karena ada redundansi data, kecepatan membaca data yang lebih cepat.

Kekurangan :  Harddisk hanya bisa digunakan 50%.

RAID 5

Jika menggunakan RAID 5 maka data akan di sebar (stripe) ke beberapa disk dan dibuatkan satu parity. Parity ini akan disebar ke seluruh disk.

Kelebihan : Penulisan data yang cepat

Kekurangan : Kurang aman karena toleransi kerusakan hanya 1 disk.

RAID 6

Sama dengan RAID 6, namun menggunakan 2 buah parity sehingga toleransi terhadap kerusakan hardisk menjadi 2.

Kelebihan : Lebih aman dari RAID 5 dengan toleransi kerusakan 2 disk.

Kekurangan : Pembacaan data lebih lambat

RAID 10 (atau RAID 1+0)

Ini merupakan gabungan antara RAID 1 (mirror) dan RAID O (striping) tanpa menggunakan parity.

Kelebihan : Pembacaan data lebih cepat karena tanpa memperhitungkan parity, aman karena ada redundansi data

Kekurangan : Memerlukan banyak disk

RAID apa yang paling cepat dan aman?

Secara teori dapat dilihat bahwa RAID 10 termasuk paling aman dan performa yang lebih baik dalam pembacaan dan penulisan data. Namun untuk memerlukan investasi yang lebih besar. Walaupun demikian perlu juga dipertimbangkan kebutuhan atau tujuan dari penggunaan dari media penyimpanan tersebut.

Server Network Attached Server (NAS) built-up biasanya mendukung semua level dari RAID ini. Contohnya untuk server NAS dari QNAP bisa memilih semua model RAID diatas kecuali RAID 01. Cara konfigurasi RAID pada NAS QNAP sangat mudah karena tinggal pilih salah satu level yang diinginkan lalu tentukan harddisk yang digunakan dan selesai.

 

About budarsa

Bloger tahap belajar. Bekerja sebagai pegawai di pemkab Buleleng, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*