Saturday , 25 November 2017
Home » Pertanian & Perkebunan » Cara Petik dan Pengolahan Buah Kopi

Cara Petik dan Pengolahan Buah Kopi

Awal  bulan Juni ini adalah musim panen bagi petani kopi di desa Wanagiri. Tanaman kopi di desa Wanagiri  Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng  sudah banyak berkurang. Petani yang mempunyai lahan terbatas tidak bisa hanya mengandalkan hasli dari panen sekali dalam setahun. Oleh karena itu banyak petani yang mengkonversi tanaman kopi dengan tanaman lain yang bisa mengasilkan lebih cepat seperti, jeruk,sayuran dan bunga pecah seribu.

Kopi Arabika dan Robusta

Kopi Arabika atau sering disebut kopi Bali atau kopi Indo lebih dulu masa panennya yaitu sekitar bulan Mei sampai Juli. Kopi Arabika mempunyai karakteristik buah yang lebih besar, batang yang lebih kecil, daun lebih kecil serta lebih cocok di dataran yang lebih tinggi. Sedangkan kopi Robusta atau dikenal dengan kopi jawa memiliki cirri –ciri daun yang lebih lebar, biji buah kecil dan batang yang lebi besar dan kuat. Sebelum berkembang jenis tanaman kopi robusta unggul dan system sambung batang, kopi robusta bisa tumbuh tinggi sampai ketinggian 10-20 meter. Batang ini biasanya bisa dijual sebagai kayu bakar atau diolah menjadi arang.

Kopi Arabika Bali

Kopi Arabika Bali

Metode  Pemetikan dan Pengolahan

Jika di Brasil pemanenan dilakukan dengan menggunakan mesin maka  disini karena mesinnya belum tersedia tetapi kontur tanah yang berbukit belum memungkinkan penggunaan mesin. Pilihannya hanya satu, manual satu persatu  dengan tangan. Bagi saya proses memetik kopi ini cukup menyenangkan, kopi yang sudah merah memiliki aroma yang khas. Biji kopi yang sudah matang akan berwarna merah dan yang masih muda berwarna hijau.

Kopi Arabika

Kopi Arabika

Metode pemetikan kopi ada dua yaitu metode sekali petik dan petik merah.  Pada metode sekali petik, ketika waktunya sudah dianggap cukup untuk panen maka seluruh biji baik yang berwarna merah maupun hijau semua dipetik. Cara ini bisa menghemat waktu dan tenaga untuk pemanenan tetapi mempengaruhi kualitas kopi nantinya karena biji yang masih muda  akan berwarna hitam ketika sudah kering.  Petik merah memberikan kualitas yang lebih baik namun membutuhkan waktu yang lebih banyak.

Untuk sampai bisa menjadi serbuk kopi yang bisa diseduh, biji kopi masih harus melewati serangkaian proses yang harus dilewati. Ada dua cara pengolahan biji kopi setelah dipetik yaitu olah kering dan olah basah. Untuk olah kering, setelah dipetik biji kopi dijemur sampai kering atau berwarna hitam kemudian pisahkan kulit dan bijinya menggunakan mesin khusus. Nah, biji kopi kering ini baru disangrai lalu dihaluskan sehingga menjadi serbuk. Sedangkan untuk olah basah, setelah dipetik biji kopi dipisahkan kulitnya lalu dibersihkan dengan air dan pisahkan biji – biji yang tidak baik . Setelah bersih dijemur hingga kering lalu pisahkan kulit dalamnya menggunakan mesin, tahap selanjutnya baru bisa disangrai dan dihaluskan menjadi serbuk.

About budarsa

Bloger tahap belajar. Bekerja sebagai pegawai di pemkab Buleleng, Bali.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*