Thursday , 19 October 2017
Home » server » 10 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mengelola Pusat Data (Data Center)

10 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mengelola Pusat Data (Data Center)

ruang pusat data

Komputer server memerlukan lingkungan dan perlakuan yang berbeda jika dibandingkan dengan computer biasa yang dipakai sehari – hari. Server  memiliki tugas yang lebih berat karena harus melayani beberapa klien. Untuk itu diperlukan sebuah ruangan berupa pusat data (data center). Data center tidak hanya berisi computer server saja namun juga alat pendukung lainnya, misalnya perangkat jaringan, fitur keamanan, rack, media penyimpanan, backup  dan lain – lain.

Seberapun ukurannya, datacenter mulai dari seukuran toilet atau sebesar hanggar pesawat, setidaknya  harus  memperhatikan beberapa factor berikut agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

1. Lingkungan

Aliran udara  maupun power distribution mutlak di perlukan. Ruang datacenter harus bersih dari benda – benda yang tidak diperlukan, misalnya kardus bekas pembungkus(packaging) yang biasa numpuk. Bagaimanpun partikel dari packaging tersebut bisa terbang dan mengkontaminasi udara sehingga berimbas pada perangkat.

2.  Keamanan

Server boleh saja di lindungi dengan firewall ala kue lapis tetapi yang tidak kalah penting adalah perlindungan dan pengawasan secara fisik. Alarm, CCTV, pintu khusus , petugas keamanan atau  operator yang stand-by 24 jam bisa dijadikan penjaga ring-1 data center kita.

3. Akuntabel

Para professional IT yang menjadi “pemilik” atau “pengelola” datacenter adalah orang-orang yang memegang tanggung jawab besar. Meskipun demikian, harus ada pengawasan internal yang meng-audit aktivitas mereka. Misalnya dengan mencatat semua kunjungan ke data center, menyimpan informasi account (user/password) terpenting secara terpisah. Hal ini bertujuan agar semua aktivitas akses ke datacenter dan isinya akan tercatat.

4.Kebijakan

Backup / restore atau pun prosedur system recovery semestinya di buat dengan aturan yang jelas. Dengan policy yang ditetapkan, misalnya prosedur off-site backup dengan menyimpan tape backup ke lokasi yang berbeda dengan datacenter. Jika terjadi sesuatu yang buruk seperti kebakaran, gempa bumi, angin topan atau kebobolan hacker maka pemilik datacenter bisa dengan cepat mengantisipasinya.

5. Perangkat Cadangan (Redundancy)

Datacenter yang baik dan benar, dari awal desain akan memasukan faktor redudancy. Single failure components sebaiknya di hindari karena akan membuat kompleksitas jika sesuatu terjadi . Contoh paling mudah di temui yakni biasanya untuk power supply di buat dua source, kemudian cooling (aircon) double, demikian juga dengan koneksi internet. Tujuannya satu, jika terjadi kegagalan di salah satu perangkat, maka perangkat cadangan bisa naik menggantikan secara langsung, sehingga downtime bisa minimum.

6.Pengawasan

Setelah beroperasi, datacenter perlu di monitor mulai dari pemakaian bandwidth internet, listrik,suhu ruang, kelembaban, penggunaan storage dan rack dan hal lain yang berhubungan dengan operasi  di datacenter (deteksi asap / kebakaran, air / kebanjiran / kebocoroan). Sebagian vendor hardware baik itu server, storage, networking, rack, cooling system, dst. menyediakan tool / alat untuk  monitoring.Jika tidak maka dapat menambahkan sebuah server atau computer khusus untuk keperluan ini.  Hasil monitoring ini bisa dipantau via web, mail, sms.

7. Skalabilitas

Perencanaan tentang ukuran ruang server  harus bisa mengantisipasi kebutuhan ke depan. Sehingga jika suatu saat di perlukan tambahan maka dari awal sudah bisa di hitung dan diprediksikan. Contohnya, datacenter pada awalnya hanya berisi satu rack server setelah beberapa tahun karena  kebutuhan server bertambah. Maka di perlukan design yang baik pada saat perencanaan awal. Kalkulasi kebutuhan listrik, pengatur suhu ruangan, UPS, dan seterusnya  sebaiknya di tentukan di awal.

8. Manajemen Perubahan (Change management)

Harus ada SOP (Standar Operational Procedure) untuk setiap proses / update di datacenter. Aturannya yang jelas akan memudahkan pekerjaan.

9. Organisasi (Organization)

Datacenter yang terorganisir dan tertata dengan baik akan memudahkan kita untuk menangani  masalah / issue. Contoh paling mudah dan sederhana, misalnya pemberian label pada masing – masing kabel. Hal sederhana dan mudah tapi  jarang di lakukan.

10. Dokumentasi

Walaupun pada umumnya para pekerja di bidang TI tidak suka menulis namun paling tidak pengelola data center harus memiliki dokumentasi yang lengkap tentang tindakan – tindakan yang sudah diambil. Kemampuan teknis dan kemampuan menulis adalah pasangan ideal utk menjadi professional TI.

Personil  mungkin tidak slamanya bekerja di datacenter, atau suatu hari ada mungkin ada penggantian personal.Untuk itu diperlukan pelatihan untuk orang tersebut. Dengan adanya dokumentasi, tentunya akan membuat pekerjaan lebih mudah.

About budarsa

Bloger tahap belajar. Bekerja sebagai pegawai di pemkab Buleleng, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*